Pesona Pu'u Buti
PESONA PU’U BUTI
Pu’u Buti atau Kampung Buti merupakan sebuah bukit batu yang terletak di ketinggian Kampung Rejo Desa Wolorega Kecamatan Paga. Tampak dari kejauhan, bukit itu tidak lebih dari sebuah batu besar yang runcing di ujungnya. Jaraknya dari pusat Kota Maumere sekitar 37 kilometer ke arah barat. Setibanya di Kampung Rejo, kita masih membutuhkan waktu sekitar 90 menit berjalan kaki untuk mencapai puncak bukit itu.
Kampung Rejo sendiri terletak di bawah kaki bukit Pu’u Buti. Kampung ini dihuni sekitar 65 kepala keluarga. Masyarakat di kampung ini pada umumnya bermata pencaharian sebagai petani moke (minuman khas masyarakat Sikka). Masyarakatnya ramah dan selalu terbuka dengan para pendatang dari luar yang sekedar menikmati puncak Pu’u Buti.
Untuk mencapai puncak Pu’u Buti, kita harus berjalan kaki menyusuri jalanan setapak yang terjal. Lerengnya terlalu curam dan dalam. Jika tidak berhati-hati, kita bisa tergelincir dan jatuh, bahkan terjun bebas ke dasar jurang. Hampir tidak ada tanah untuk berpijak. Tempat berpijak kita adalah di atas batu-batu padas yang besar maupun kecil. Namun, angin sepoi yang berhembus terasa sejuk hingga merasuk ke hati.
Ketika tiba di puncak Pu’u Buti, kita akan mendapati dua buah batu yang sangat besar. Kedua batu itu seolah berdiri kokoh bagaikan penguasa atas batu-batu lain di bukit itu. Oleh masyarakat setempat, kedua batu besar itu adalah pasangan suami istri. Batu yang yang runcing dianggap sebagai suami dan batu yang rata permukaannya disebut sebagai istri. Kita hanya bisa duduk melepaskan lelah di atas batu istri/perempuan. Sangat berbahaya kalau duduk di atas batu suami/pria karena letaknya tepat di pinggir bukit yang mengarah ke jurang.
Hal yang dipercayai oleh warga kampung, ketika berada di puncak Pu’u Buti, tidak boleh ribut. Jika dilanggar, awan akan tiba-tiba turun dan menutupi puncak bukit itu. Seketika akan gelap. Pandangan mata kita hanya beberapa meter di depan kita. Dengan demikian, kita tidak akan mendapatkan satu pun keindahan, selain gelap gulita. Jika suasananya tetap damai dan tenteram, kita akan disuguhi berbagai macam pemandangan menarik dari puncak bukit batu itu. Pulau Besar yang terletak di sebelah utara Kota Maumere, dapat kita lihat dari sana. Alam nan indah, sawah di Kaliwajo, kebun kelapa dan sebagainya terhampar indah di depan kita. Kota Maumere dan sekitarnya, termasuk turun naiknya pesawat di Bandara Frans Seda, dapat kita saksikan dengan mata telanjang. Aktivitas kapal di pelabuhan Sadang Bui pun bisa dilihat dengan jelas dari puncak Pu’u Buti. Singkatnya, dari Pu’u Buti, kita menyaksikan indahnya dunia.
Komentar