Antara Temu&Pisah

Antara temu & pisah
#fs
#11 februari
Dan ..
Kau mampu penjarakanku
Dalam kata kaku
Tersesat pada ujung bibirmu
Yang menjadi kita

#Kamu
Sejenak ,
Kupeluk erat bayangmu
Ditemani angin sepoi basah
Lalu berbisik kecil
Katanya ia cemburu
Ombak pun bersi keras
Menghapus tulisan kecilku
Di bibir pantai
“Kamu cantik”

#Mei 20
Dan kau berkata
Maafkan kata
Aku terjebak dalam problema
Aku masih bersikap sepolos embun pagi
Mengatakan apa adanya
Meski nyeri di hati
Pilihanku berbalik atau tetap di sini
Ku memilih diam 
Dalam seribu bahasa
Dan mencatat semua kenangan
Aku ingin tahu
Apakah kamu berpikir
“apakah dia baik-baik saja sendirian?”
Seakan masih membekas 
Genggaman erat jemari tanganmu

#April 20
Dan aku rindu
Pada kata kaku  yang sempat kau ucap
Menjadi kita
Kata kita disini hanya semacam khiasan
Agar tidak begitu menyakitkan
Ya kita diciptakan untuk saling mengenal
Tidak untuk menjadi kita
Jika rindu adalah tentang temu
Maka pergi adalah rupa pamit paling pahit
Huft.. 

#10 juni
Dan ketika kata 
Tak sempat diucapkan bibir 
Untuk mewakili rasa
Maka menulis adalah seni anggun untuk menyampaikan
Walau pendam
Akan rasa teramat dalam dan kelam
Namun kembungku setidaknya menjadi kembang
Sebab,
Mencintaimu tanpa kata
Adalah hampa
Dan saat terluka pun
Ada puisi yang mengalir manis
Pada secarik kertas yang kutulis

#Huk
Ada rindu yang mengusik 
Ketika “huk” memaksa mencekik
Sebab “huk” bukan saja pengantar ingatan
Untuk kembali mencipta
Secuil “remin reong”
Seakan selalu hangat 
Jemari kita digenggaman
Dan membekas tatapan kita saat jumpa
Sebab “huk”
Memintaku pulang pada kenangan
Dan memuncak pada “naruk megu”
Kerinduan

#Mei 20
Lekas pulih ya, mei
Aku kehilangan gairah
Untuk memiliki juni dan yang lainnya
Semoga kita sempat bertemu nanti
Jika mencintaimu telah usai
Ijinkan aku menyimpanmu dalam diam
Dalam kesendirian
Huft..

#Candu akan temu, 14 juli
Mengapa ada rupa jarak
Dan rupa rindu
Lalu buat kucandu pada kata temu
Jika pisah adalah pahit akan rindu
Maka pergi
Adalah rupa kata paling kubenci
Sebab,
Rupa anggun wajahmu
Adalah candu bagiku untuk menatap lebih dekat 
Dan aku benci jarak
Saat rindu tentangmu memuncak
Kau rupa sapa dalam doa menjelang tidur
Dan sajak indah tiap puisiku

#15 mei 
Jika esok pagi
Kau temui banyak tetesan air
Memenuhi kaca jendela rumahmu
Itu adalah aku yang mengutus rindu
Merupa bulir-bulir embun

#Mei 20
Kadang aku cemburu 
Dengan kata kaku kita yang lalu
Yang melahirkan bayang-bayang kita 
Dan membekas pada ingatan
Namun, aku jadi sadar
Jika bibirmu yang lalu adalah bibir pinjaman
Atau kata kaku yang sempat kau ucap
Dan jumpa kita yang tergores oleh waktu adalah kenangan

#Kamu 
“Kamu cantik”
Sejenak pipinya merah merona
Seperti senja 
Yang seakan dikepung oleh pekat yang menggila
Dan kurangkul dalam doa
Lama aku diam
Menggaris bawahi kalimat bernada tanya
Dan aku hampa tak punya kata
Entah ia tahu jawabanya 
Oleh senyumku sesaat
Tentang rasa 
Bahagia adalah melihat ia tertawa

Komentar

YoanLengga mengatakan…
Mantap jiwa wue